Buku ini mengkaji secara komprehensif hubungan antara demokrasi modern dan ajaran Islam, dengan menelusuri teori-teori demokrasi Barat (liberal, sosial, dan pluralis), sejarah serta konsep-konsep pokoknya—seperti kedaulatan, kebebasan, persamaan, persaudaraan dan hak asasi manusia—kemudian mempertemukannya dengan prinsip-prinsip dasar dalam al-Qur’an dan pemikiran politik Islam, seperti tauhid, syura, al-‘adl, al-musawah, al-hurriyah, al-ukhuwah, kedaulatan, dan HAM. Melalui analisis filosofis yang mendalam.
Buku ini menunjukkan bahwa Islam mengandung nilai-nilai universal yang sekeluarga dengan demokrasi (persamaan, kebebasan, partisipasi, keadilan dan penghormatan martabat manusia), tetapi merumuskan landasan ontologis dan etis yang berbeda: bukan berporos pada kebebasan individu yang mutlak atau kolektivisme yang menelan individu, melainkan pada sintesis yang menyeimbangkan hak-hak individu dan kemaslahatan sosial dalam bingkai nilai ketuhanan. Pada bab-bab akhir, buku ini membandingkan secara sistematis nilai-nilai universal demokrasi Barat dan demokrasi Islam, mengulas konsep teo-demokrasi, menelaah relasi Islam–demokrasi–HAM dalam wacana dan praktik kontemporer dunia Muslim, serta menawarkan kerangka demokrasi yang berkeadilan, menjunjung martabat manusia, dan berpijak pada syariat sebagai alternatif atas model demokrasi sekuler yang dominan

Ulasan
Belum ada ulasan.