Buku ini membahas ilmu diplomasi secara menyeluruh, mulai dari konsep, definisi, fungsi, hingga perkembangan paradigma dan praktiknya dalam hubungan internasional klasik dan kontemporer. Berangkat dari beragam definisi kamus, pemikir, dan praktisi, diplomasi dirumuskan sebagai seni dan ilmu mengelola hubungan antarnegara melalui negosiasi, representasi, dan komunikasi resmi demi memperjuangkan kepentingan nasional dengan cara damai, tanpa menutup kemungkinan penggunaan tekanan dan kekuatan bila diperlukan.
Secara sistematis buku ini mengulas fungsi dan tujuan diplomasi di empat ranah utama—politik, ekonomi, budaya, dan ideologi—serta kaitannya yang sangat erat dengan politik luar negeri, di mana diplomasi berperan sebagai instrumen operasional sekaligus pemasok informasi dan masukan bagi perumus kebijakan. Penjelasan dilanjutkan dengan pembahasan hubungan diplomasi dengan disiplin lain (hubungan internasional, hukum internasional, ekonomi, komunikasi, psikologi, geopolitik), metodologi studi diplomasi, dan pergeseran pendekatan dari normatif ke realis–behavioris–pascabehavioris.
Buku ini juga menelusuri transformasi dari diplomasi tradisional yang tertutup dan elitis menuju diplomasi baru yang lebih terbuka, multilateral, serta dipengaruhi opini publik, organisasi internasional (seperti Liga Bangsa-Bangsa dan PBB), teknologi komunikasi, dan kebangkitan negara-negara baru serta Gerakan Nonblok. Di dalamnya dibahas perkembangan diplomasi konferensi, diplomasi parlementer, diplomasi puncak, diplomasi multilateral, hingga berbagai model spesifik (diplomasi profesional, bilateral, multilateral, shuttle diplomacy, diplomasi preventif), beserta contoh sejarah dari Eropa, Perang Dunia, Perang Dingin, detente, dan peran propaganda serta diplomasi publik.
Pada bagian akhir, buku menegaskan bahwa diplomasi merupakan perpaduan antara kekuasaan dan etika, rahasia dan keterbukaan, kepentingan nasional dan tatanan internasional yang lebih adil, yang dalam era globalisasi dan kompleksitas ancaman baru menuntut diplomat yang profesional, adaptif, peka terhadap opini publik, serta mampu memanfaatkan forum bilateral dan multilateral untuk mengelola konflik dan membangun kerja sama yang saling menguntungkan.

Ulasan
Belum ada ulasan.