Buku ini mengkaji secara komprehensif kebijakan pengembangan kurikulum responsif industri pada Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (PTKIN) berakreditasi Unggul di Jawa Tengah dan DIY, dengan menempatkan PTKIN sebagai aktor strategis dalam menjembatani dunia akademik dan kebutuhan dunia kerja. Berangkat dari landasan historis dan konseptual kurikulum di Indonesia—mulai dari Orde Lama, Orde Baru, Reformasi, hingga K-13, KKNI, dan MBKM—buku ini menunjukkan bagaimana dinamika regulasi dan perubahan sosial-politik membentuk wajah kurikulum pendidikan tinggi Islam sekaligus menuntut lahirnya desain kurikulum yang adaptif terhadap Revolusi Industri 4.0 dan 5.0.
Fokus utama buku ini adalah konsep dan praktik kurikulum responsif industri, yaitu kurikulum yang dirancang dengan sensitif terhadap perubahan, berbasis kemitraan dengan dunia usaha dan dunia industri (DUDI), menekankan multi-skill, serta mengintegrasikan pembelajaran berbasis proyek, magang, dan praktik kerja lapangan untuk mengurangi kesenjangan kompetensi lulusan. Melalui telaah terhadap kebijakan nasional, sistem akreditasi BAN-PT dan LAM, serta tuntutan akreditasi Unggul, penulis mengurai bagaimana standar mutu, tracer study, dan link and match dengan industri mengarahkan PTKIN untuk melakukan redesain kurikulum dan penguatan penjaminan mutu internal.
Secara empiris, buku ini menyajikan potret lanskap kebijakan dan praktik di beberapa PTKIN, antara lain UIN di Jawa Tengah dan UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta, termasuk contoh konkret redesain kurikulum, implementasi MBKM, model kolaborasi pentahelix (kampus–industri–pemerintah–masyarakat–media), serta berbagai bentuk kemitraan strategis seperti magang, dosen tamu praktisi, pengembangan bahan ajar digital, dan penguatan ekosistem industri halal. Analisis kualitatif yang dipadukan dengan temuan berbagai penelitian mutakhir mengenai kurikulum berbasis industri, e-kurikulum, project based learning, dan pengembangan keterampilan abad ke-21 menjadikan buku ini tidak hanya deskriptif, tetapi juga menawarkan rekomendasi praktis bagi pimpinan PTKIN, pengelola prodi, pengembang kurikulum, dan pemangku kebijakan untuk membangun desain kurikulum yang integratif: berakar pada nilai-nilai Islam, sekaligus relevan dengan kebutuhan pasar kerja dan tantangan global.

Ulasan
Belum ada ulasan.